selamat datang

disini tempatnya artikel seru
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

whwn a heart touching with the feeling


WHEN
  A HEART
             TOCHING
                         WITH
                                      THE
     FEELING
( SAAT HATI BERSEENTUHAN DENGAN PERASAAN )


KARYA
MUHAMMAD AR-RANEX MALIKUL MUBIN

INGAT…INGAT


 Mati…
Tergadai semua cinta mati
Seiring hasrat yang telah mati
Angan indahpun terkubur mati

            Seonggok mayat orang mati
            Menyadarkan aku akan mati
            Terbujurkaku di peti mati
            Tidakkah kau takut akan mati

Wahai kau yang terpedaya
Puaskan hidupmu dengan senda dan foya
Sesungguhnya semua hanya sementara
Bila nafas tlah di kerongkongan…kau takkan berdaya

            Nabi-nabi semua mati
            Orang-orangpun pasti mati
            Hidup ini tidaklah abadi
            Setelah mati baru abadi

Haq-nya yang hidup harus mati
Kau takkan bias menghindari mati
Karma jodohnya hidup adalah mati
Jangan pernah berpaling dari mati
Senyumlah menghadapi mati
Dengan iman kau bahagia setelah mati
Dengan dosa kau merana setelah mati

            Ingatlah mati
            Ingatlah mati
            Ingatlah mati
            Karna setiap jiwa
            Pasti dicabut mati

MENUNGGU TANPA BATAS WAKTU


Sebuah hati…
Di radiasi eter-eter cinta
Melanglang di kesunyian zaman
Beriring sejuta kesah
Mengerepuk di berbagai sisi
Cahaya jiwa makin redup
Dalam gulita dosa kian berjenis

            Hasrat tak lagi menari
            Dipasung peradaban
            Yang serba membingungkan
            Dan bahkan menggilakan

Sesosok jiwa….seonggol raga
Menerjang badai…mendaki langit
Demi kesia-siaan
Dalam kesementaraan kehidupan
Terpatahkan harga-harga
Memusnahkan asa dengan cita tak rampung

            Sebatang diri…lelah menyeret ruh
            Dengan semua yang mengeruh
            Keyakinan tinggal separuh
            Diantara cucuran peluh
            Aku terpengaruh hidup yang kisruh
            Takkan berhenti aku bertaruh
            Walau harus hadapi segala gaduh
            Yang kian bergemuruh
            Tanpa tempat berteduh

BERTANYA PADA CINTA


Wahai cinta
Kau menyakitiku
Kau indahkan jiwaku
Lalu kau hancurkan hatiku

            Demi cinta
            Aku arungi hidup
            Walau kadang redup
            Hingga mata tertutup

Wahai cinta
Janji tlah teringlar
Dan tak dapat di pungkiri
Kau tak lagi berarti

            Wahai cinta
            Antara dua hati aku memilih
            Entah mana yang harus ku raih
            Dan tak ada yang mrasa tersisih

Wahai cinta
Waktu terus mengalir
Alurnya belum berakhir
Aku masih terkilir
Dengan hati yang mencair
Dan harapan yang bergulir
Bagai angin berdesir

LINGLUNG


Kala aku merenung
Pada hati yang kian murung
Otakpun jadi bingung
Akan sesuatu yang terselubung
Air matapun melarung
Bersama hidup aku bertarung
Jiwa berkabung
Dirisau mendung
Yang tak berujung
Angan semakin melambung
Entah kemana ia membumbung
Hasrat yang terkungkung
Cita yang terkurung
Bagai dipasung Didalam tempurung
Mengapung
Dan tenggelam ke palung
Emosipun membusung
Ketika lelah terusung
 Cerita berlangsung
Dan tak pernah urung
Cinta terkatung
Tak bersarung
Linglung
Khayalan menggantung
Seperti kalung
Mengapa hidup tak beruntung…?
Selalu mendayung
Dalam hidup tak berujung
Diatas panggung Tak kurasa yang agung
Didalam relung
Semua terbendung
Bagai tepung Dalam karung
dengan nyawa terus bersambung
aku termenung
hingga mataku cekung
dengan semangat melengkung
aku hanya lempung
kemana harus berlindung
bila tak ada lagi yang mendukung
semua seperti patung
lagi-lagi aku ketiban pulung
malaikat tak berkunjung
semuapun tak rampung
dalam waktu yang berkesinambung
tanpa damai bersenandung
linglung

MALAM


Malam…
Resah kuuntai didalam sepi
Sedih…pilu yang tak terobati
Sudutkan aku di ujung arti
Hati berbisik pada diri
Adakah cinta yang abadi
Diantara dua sanubari

                        Malam…..
                        Ku rasa semua hanya impi
                        Yang terbias dalam hari
                        Terjebak dalam baying ilusi
                        Hanya membuat tambah sakit hati

Malam…..
Temani aku malam ini
Dalam mencari sinta suci
Yang abadi…
Malam….
Temani aku malam ini
yang kehilangan jati diri
tuk temukan lagi inspirasi

                        malam….
                        Pada diri yang satu ini
                        Hanya berkelindan satu misi
                        Tunaikan rindu yang terwarisi
Dari takdir sang Illahi

#

HOTEL PANORAMA LEMBANG


Kuhirup udara pagi pegungngan
Sejuk pandang hijau membentang
Pucuk-pucuk keindahan
Damai…tenang
Burung bercicit ria
Kumandangkan irama alam
Bukit-bukit menebarkan pesona
Kokoh menjulang
Menantang kabut
Menyongsong matahari
Indah…sungguh mengagumkan
Kesucian mengalir disini
Hasrat murni tercurah disini
Damai membias
Bunga-bunga cantik merekah
Aku terkesima
Betapa hebat pencipta semua ini
Begitu kecil sosok angkuhku
Di hadapan-NYA
#

RATAP


Kematian
Aku rindu bertemu denganmu
Hampiri aku
Cabut ruhku dari badanku
Karma kusudah  lelah menyeretnya
Aku ingin istirahat
Dipembaringan keabadianmu
Dimahkotai kedamaianmu
Tolong aku lepaskan deritaku
Aku ingin meregang nyawa
Kehidupan ini terlalu kejam bagiku
Kematian
T
emui aku
Habisi hidupku
Jemput aku
Aku ingin pulang
Bebaskan aku
Aku kuasakan kau atas diriku

Kematian
Datanglah segera
Aku sudah muak
Diperbudak zaman
Dan kepayahanya
Hidup ini melelahkan
Nyatakanlah
Aku ingin bertemu kematian



#

Selasa, 08 Maret 2011

RATAP

Kematian
Aku rindu bertemu denganmu
Hampiri aku
Cabut ruhku dari badanku
Karma kusudah  lelah menyeretnya
Aku ingin istirahat
Dipembaringan keabadianmu
Dimahkotai kedamaianmu
Tolong aku lepaskan deritaku
Aku ingin meregang nyawa
Kehidupan ini terlalu kejam bagiku
Kematian
T
emui aku
Habisi hidupku
Jemput aku
Aku ingin pulang
Bebaskan aku
Aku kuasakan kau atas diriku

Kematian
Datanglah segera
Aku sudah muak
Diperbudak zaman
Dan kepayahanya
Hidup ini melelahkan
Nyatakanlah
Aku ingin bertemu kematian



#